Awal februari

 Sekarang malam hari, aku sendiri di depan kantor. 

Sebetulnya aku hari ini hanya shift sore, aku tidak tau apa yg terjadi diluar, sampai kawan ku menghubungi ku untuk menggantikan nya. 

Ternyata di luar banjir, hal yg sebetulnya wajar untuk di sangatta, karena awal tahun sudah menjadi langganan banjir. 

Aku terbangun karena tadi tidur sebentar sambil menunggu jam pulang, ternyata dapat Whatsapp dari kawan ku dan di waktu yg sama aku kelaparan. 

Jadi kalau aku sudah lapar, situasi yg tidak bisa ki tunda2 karena itu situasi yg akan membuat tubuh ku sangat lemas dan tidak bisa konsetrasi. 

Lalu aku memutuskan untuk nekat pulang ke kos untuk makan, dan ya sesuai dugaan aku baru sampai depan gerbang kantor ku, air sudah sangat tinggi sampai betis orang dewasa, 

Banyak kejadian lucu di malam itu. 

Okeyy, aku mulai perjalanan ku dengan mengucap bismillah, 10 meter pertama aku optimis bahwa semua akan baik2 saja, tapi seketika kepercayaan diri ku runtuh setelah melihat mobil melintasi ku dan berkata

"Habis kandang ayam dalam mas, didorong aja motornya".

Dalam hatiku, "kalau aku dorong bisa2 aku digigit buaya".

Lalu jawab orang baik itu, " Siapp mas, tengkyu infonya mas".

Sebelum lanjut aku berhenti sebentar di jalan yg agak tinggi, untuk menyiapkan mental ku. 

Dan ya ku gas motor astrea ku dengan penuh rasa takut kalau motor itu mati di tengah jalan, 4 meter pertama sudah sampai shock belakang, aku tetap berusaha tenang dan tetap menarik gas dengan penuh keyakinan. 

Jadi rute banjir setelah kandang ayam adalah yg terpanjang, sekitar 50-70 meter dan disitu juga rute yg paling mengerikan karena kiri kanan nya adalah rawa. 

Aku hanya bisa geleng2 kepala kenapa bisa jadi begini, dan Yap aku berhasil melewati nya. 

Lalu rintangan kedua adalah perbatasan antara jalan cor dan jalan tanah, yg barusan kulewati adalah jalan tanah karena tidak sampai dalam di cornya. 

Ini momen krusial ku, motor ku matikan di jalan yg tidak tergenang oleh air, aku mulai menggulingkan celana ku dan mencoba berjalan untuk mengukur seberapa dalam genangan nya, tenyata sampai lutut ku. 

Disitu aku langsung memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, dan memutar otak bagaimana caranya sampai kos, posisi lapar aku dipaksa berpikir, Situasi yg anjing. 

Dan aku mencoba menyusuri jalan menuju jalan yg sudah di cor, disitu ada rumah dan aku melihat dari kejauhan ada dua orang yg tidak tahu lagi ngapain. 

Lalu aku menghampiri 2 orang tersebut dan berkata, 

"Om aku bisa minta tolong pinjam motornya sebentar kah? Buat beli nasi di depan sana"

Di depan sana yg kumaksud adalah jalan raya. 

Lalu 2 orang tersebut menjawab, 

"Waduhh ini motor kita juga mogok, habis oli nya. Itu lagi minta sama om yg dirumah"


Aku 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MALAM SENDIRI

Sisi sunyi samudra antartika

Sialan